FERTILISASI (PEMBUAHAN)

Fertilisasi adalah penyatuan ovum (oosit sekunder) dan spermatozoa yang biasanya berlangsung di ampula tuba, fertilisasi meliputi penetrasi spermatozoa kedalam ovum, fusi spermatozoa dan ovum, diakhiri dengan fusi materi genetik. hanya satu spermatozoa yang mengalami proses kapasitasi mampu melakukan penetrasi membran sel ovum. untuk mencapai ovum, spermatozoa harus melewati korona radiata (lapisan sel telur) dan zona pelusida yaitu dua lapisan yang menutupi dan mencegah ovum mengalami fertilisasi lebih dari satu spermatozoa.

Pada saat spermatozoa menembus zona pelusida terjadi reaksi kortex ovum. spermatozoa yang telah masuk ke vitelus kehilangan membran nukleusnya yang tinggal hanya pronukleusnya, sedangkan ekor spermatozoa dan mitokondrianya bergenerasi.  masuknya spermatozoa kedalam vitelus mengakibatkan nukleus ovum yang masih dalam metafase untuk proses pembelahan selanjutnya. sesudah anafase kemudian timbul telofase dan benda kutub kedua menuju ke ruang perivitelina. ovum sekarang hanya mempunyai prenukleus yang haploid. pronukleus spermatozoa juga telah mengandung jumlah kromosom yang haploid.

dalam beberapa jam setelah pembuahan terjadi, mulailah pembelahan zigot. hal ini dapat berlangsung oleh karena sitoplasma ovum mengandung banyak asam amino dan enzim. segera setelah pembelahan terjadi, pembelahan-pembelahan selanjutnya berjalan dengan lancar, dan dalam 3 hari terbentuk suatu kekelompok sel yang sama besarnya. hasil konsepsi berada dalam staium morula. dalam ukurannya yang sama hasil konsepsi di salurkan terus ke pars ismika dan pars interstisialis tuba dan terus disalurkan ke arah kavum uteri oleh arus serta getaran silia pada permukaan sel sel tuba.

0 Response to "FERTILISASI (PEMBUAHAN)"

Post a Comment