A. UPAYA SEDERHANA UNTUK MENDAPATKAN
JENIS KELAMIN BAYI BERDASARKAN KROMOSOM
Sifat
sel Telur, sel ini bersifat pasif, gerakan menuju rahim ditentukan oleh aliran
cairan saluran tuba. kromosom X selalu bertendensi kearah perempuan.
Sifat spermatozoa, gerakannya aktif karena mempunyai ekor dan leher yang mengandung energi. spermatozoa Y kecil, lincah, tahan dengan situasi basa, Spermatozoa X besar, agak lambat, dan tahan terhadap situasi asam.
Kriteria vagina, makin kedalam situasi makin basa. Makin mendekati terjadi pelepasan telur (ovulasi) suasana makin basa. Dalam suasana orgasme situasi vagina makin basa. Perubahan situasi keseimbangan asam-basa vagina dapat diusahakan dari luar dengan makanan atau mencuci vagina sebelum hubungan seks dengan soda kue untuk situasi basa dan asam cuka. Pengaturan jumlah spermatozoa oleh orgasme, untuk dapat meningkatkan jumlah spermatozoa ana yang lebih banyak hidup dapat diatur oleh orgasme. Bila saat orgasme ingin agar spermatozoa Y lebih banyak yang hidup, maka penis dimasukkan sedalam mungkin, karena tidak tahan basa spermatozoa X banyak yang mati. Bila saat orgasme ingin agar spermatozoa X lebih banyak yang hidup maka saat orgasme penis dikeluarkan 1/2nya dari liang senggama. karena tidak tahan asam, spermatozoa Y banyak yang mati.
Sifat spermatozoa, gerakannya aktif karena mempunyai ekor dan leher yang mengandung energi. spermatozoa Y kecil, lincah, tahan dengan situasi basa, Spermatozoa X besar, agak lambat, dan tahan terhadap situasi asam.
Kriteria vagina, makin kedalam situasi makin basa. Makin mendekati terjadi pelepasan telur (ovulasi) suasana makin basa. Dalam suasana orgasme situasi vagina makin basa. Perubahan situasi keseimbangan asam-basa vagina dapat diusahakan dari luar dengan makanan atau mencuci vagina sebelum hubungan seks dengan soda kue untuk situasi basa dan asam cuka. Pengaturan jumlah spermatozoa oleh orgasme, untuk dapat meningkatkan jumlah spermatozoa ana yang lebih banyak hidup dapat diatur oleh orgasme. Bila saat orgasme ingin agar spermatozoa Y lebih banyak yang hidup, maka penis dimasukkan sedalam mungkin, karena tidak tahan basa spermatozoa X banyak yang mati. Bila saat orgasme ingin agar spermatozoa X lebih banyak yang hidup maka saat orgasme penis dikeluarkan 1/2nya dari liang senggama. karena tidak tahan asam, spermatozoa Y banyak yang mati.
Bagi
banyak orang di negara kita, keinginan mempunyai anak laki-laki masih sangat
kuat. Tentu saja ini berkaitan erat dengan kondisi sosial budaya dan tradisi
masyarakat yang masih bias gender, dengan menempatkan pria lebih daripada
wanita dalam segala hal.
Di
beberapa negara sedang berkembang lain dan juga negara terbelakang, keinginan
seperti ini juga sangat kuat. Sebaliknya, di negara maju, keinginan mempunyai
anak dengan jenis kelamin tertentu, khususnya laki-laki, tidak ada lagi. Bagi
mereka, laki-laki dan wanita benar sama saja, bukan hanya slogan.
Mungkin
karena keinginan mempunyai anak dengan jenis kelamin tertentu bukan hal penting
bagi mereka di negara maju, tidak tampak perkembangan untuk mendapatkan cara
baru dalam hal ini.
a. Pemisahan spermatozoa, Sampai saat ini cara yang ada masih
adalah cara yang sudah cukup lama didapat, yaitu memisahkan spermatozoa melalui
suatu media khusus. Dengan pemisahan ini, didapatkan spermatozoa yang mengandung
kromosom X atau Y, tergantung media yang di gunakan.
Hasil pemisahan
kemudian diinseminasikan ke dalam rahim untuk menghasilkan kehamilan dengan jenis kelamin
tertentu. Walaupun hasilnya tidak dijamin seratus persen, cara ini memberikan
harapan bagi mereka yang ingin merencanakan kehamilan dengan jenis kelamin
tertentu.
Kalau Anda
menginginkan anak dengan jenis kelamin laki-laki, cara yang cukup canggih di
atas dapat dilakukan. Namun, kalau enggan menggunakan cara yang canggih itu,
boleh gunakan cara yang sederhana. Tentu saja dengan tingkat kegagalan yang
lebih tinggi dibandingkan cara yang lebih canggih.
b. Saat Subur, Cara sederhana tersebut berdasarkan
perbedaan biologis antara sel spermatozoa yang mengandung kromosom X dengan
yang mengandung kromosom Y. Perbedaan antara kedua sel spermatozoa sebagai
berikut.
Pertama, ukuran sel spermatozoa X lebih besar, sehingga geraknya lebih lambat, sedang spermatozoa Y bergerak lebih cepat karena ukurannya lebih kecil. Kedua, sel spermatozoa X lebih tahan terhadap zat yang bersifat asam, sedang spermatozoa Y lebih tahan terhadap zat yang bersifat basa.
Berdasarkan perbedaan biologis inilah kemudian dilakukan upaya sederhana untuk memisahkan kedua jenis spermatozoa dalam perencanaan jenis kelamin bayi:
Pertama, ukuran sel spermatozoa X lebih besar, sehingga geraknya lebih lambat, sedang spermatozoa Y bergerak lebih cepat karena ukurannya lebih kecil. Kedua, sel spermatozoa X lebih tahan terhadap zat yang bersifat asam, sedang spermatozoa Y lebih tahan terhadap zat yang bersifat basa.
Berdasarkan perbedaan biologis inilah kemudian dilakukan upaya sederhana untuk memisahkan kedua jenis spermatozoa dalam perencanaan jenis kelamin bayi:
1. Pertama, dengan mengatur waktu melakukan
hubungan seksual. Hubungan seksual yang dilakukan tepat pada saat subur
memungkinkan spermatozoa Y mencapai sel telur lebih dulu, sehingga diharapkan
menghasilkan bayi laki-laki. Kalau dilakukan sekitar dua hari sebelum atau
sesudah saat subur, diharapkan menghasilkan bayi perempuan
2. Kedua, dengan memanfaatkan zat yang
bersifat asam atau basa. Bila menginginkan bayi laki-laki, lakukan bilasan pada
vagina dengan bahan yang bersifat basa sebelum melakukan hubungan seksual.
Sebaliknya, bila menginginkan bayi perempuan, lakukan bilasan dengan zat yang
bersifat asam sebelum melakukan hubungan seksual.
3. Ketiga, dengan mengatur teknik melakukan
hubungan seksual sehingga orgasme dapat diatur. Kalau menginginkan bayi
laki-laki, pihak istri harus mencapai orgasme lebih dulu agar suasana di dalam
vagina menjadi basa. Sebaliknya, bila menginginkan bayi perempuan, istri
hendaknya mencapai orgasme kemudian agar suasana di dalam vagina tetap asam.
Tentu
saja cara sederhana ini tidak dijamin memberikan hasil yang pasti. Bahkan,
kegagalannya cukup tinggi karena bagi banyak orang tidak selalu mudah
menentukan kapan saat subur yang tepat, dan bagaimana mengatur agar mencapai
orgasme lebih dulu atau kemudian
B. PROGRAM KEHAMILAN UNTUK MENDAPATKAN
BAYI PRIA DAPAT DIUPAYAKAN DENGAN CARA:
a. Mengatur diet atau asupan makanan
b. Menjaga proram inseminasi dengan
mengondisikan sperma jantan
c. Masa subur wanita
d. Mengatur waktu melakukan hubungan
seksual
e. Memanfaatkan zat yang bersifat asam
atau basah
f. Pengaturan tekhnik hubungan seksual.
0 Response to "UPAYA SEDERHANA UNTUK MENDAPATKAN JENIS KELAMIN BAYI BERDASARKAN KROMOSOM"
Post a Comment